Tulisan pertama, untuk Mama.


Belakangan di timeline twitter lagi rame soal kenangan bareng orangtua. Termasuk dua influencer ini, Teh Nit dan Mas Djay. Replies dari followers-followersnya variatif, kadang masih ada yang ngelawak tapi hampir semua bikin agak sesak nafas.

Ini kuberi link-nya, siapa tau butuh untuk melembabkan mata :
Mas Djay : https://twitter.com/djaycoholyc/status/1066296457051815936 
Teh Nit : https://twitter.com/NitaSellya/status/990953392410214400

Dan.... Berhubung belum bisa all out curhat di twitter, jadi memutuskan untuk nulis disini.
Bukan untuk berbagi kenangan, hanya ingin berterima kasih lewat kata-kata yang mungkin ga bisa diucapkan secara langsung.

Oh, jangan salah sangka.
Mamaku masih ada kok (semoga panjang umur, Mih!) dan alhamdulillah sehat walafiat.
Tapi yang perlu dipahami, hubunganku dengan beliau bukan tipe hubungan manis-romantis.
Mamaku itu sebenernya tipe orang yang terbuka tapi masih berpegang juga sama pakem-pakem adat. Jadi bisa dibilang 50% modern, 50% konvensional. Dan karena hubunganku dengan beliau itu cukup dekat, alhasil di fase awal remaja dulu masih sering cerita tanpa filter yang ujungnya selalu kena marah.

Namanya manusia pasti belajar dari kesalahan. Dan akhirnya berhasil untuk bisa memilih mana yang aman diceritakan, mana yang harus disimpan sendiri.

Sedih, sama mama sendiri tapi kok cerita harus dipilah.
Beban juga. Ada perasaan bersalah kalau ngga bisa secara jelas jawab pertanyaan beliau. Tapi lama-lama paham, karena ini semua tujuannya biar beliau ga banyak pikiran.

Mam, I wish I could tell you everything, I really do. But I choose to tell you things that only make you happy. Because that's all it matters.

Jadi.. Maaf,
Kalau selama ini Mel belum bisa banyak cerita.
Kalau selama ini Mel masih terlihat acuh.

Dan maaf,
Kalau selama 24 tahun ini Mel mungkin belum bisa ngucapin kata-kata manis ke Mamih.
Di momen-momen tertentu setiap Mel mau coba ngucapin, selalu gagal.
Because at the end.. I lost words.

Terima kasih,
Untuk tetap sabar menghadapi kami berempat.
Untuk semua keluhan yang mungkin terpendam.
Untuk tanpa lelah mendidik juga menyayangi kami.

Terima kasih,
Untuk bersedia menjadi jalan surga kami.

Terima kasih untuk semuanya.
Mel emang belum pernah ngomong langsung "sayang" ke  Mamih.
Or the sweetest thing like, i love you.

Karena.
Respon mamih pun bakal sama,
"Ada apa nih."
"Tumben."
Dan kata kata lain yang membuat gengsiku hancur dengan sia-sia.

Tapi, Mam.
Kalaupun Mel dikasih kesempatan untuk jadi janin lagi dan bisa milih bisa terlahir dari rahim siapa...
Mel bakal tetep milih Mamih. 
Selamanya.

Komentar